Selasa, 18 Januari 2011

Australia dan Indonesia – Keterkaitan Flora dan Fauna

Indonesia luar biasa kaya akan flora dan fauna.
Hal ini sebagian disebabkan oleh kenyataan
bahwa negeri tersebut terbentang melingkupi
tidak hanya satu melainkan dua kawasan
geografi kehewanan (zoogeography) yang
besar di dunia. Menurut istilah geologi,
Indonesia bagian barat, dengan harimau,
badak, dan gajahnya, sangat berkaitan dengan
bagian-bagian Asia lain, sedangkan Indonesia
bagian timur berkaitan dengan Australia.
Pulau Irian (yang mencakup Propinsi Irian Jaya)
asalnya adalah semenanjung Australia bagian
utara. Bagian tersebut naik ke atas permukaan
laut ketika Australia bergeser ke utara ke arah
Asia, yang dimulai kira-kira 45 juta tahun yang
lalu. Kira-kira 25 juta tahun yang lalu, gerakan
besar dalam kerak bumi memungkinkan
membanjirnya lautan ke daratan, sehingga
memisahkan Australia dari Irian. Sejak itu,
hubungan daratan dengan Australia menjadi berantara
(kadang ada kadang tidak).
Di sebelah barat Irian Jaya, lautnya selalu
terlalu dalam untuk memungkinkan adanya
kontak daratan yang terus menerus antara Irian
dengan bagian lain di Indonesia. Hal ini berarti
bahwa Irian pada dasarnya mempunyai fauna
dan flora Australia. Di sini tidak ada harimau,
badak, gajah dan fauna Asia lainnya meskipun
beberapa jenis fauna Asia yang kecil, seperti
tikus telah dapat menyeberang, mungkin
dengan menumpang pada tumbuh-tumbuhan
yang mengapung di laut. Irian Jaya merupakan
tempat bagi beberapa jenis hewan yang
asalnya dari Australia. Jenis ini mencakup
hewan monotrem seperti echidna (landak),
hewan berkantung seperti kanguru dan kuskus,
burung seperti kakatua dan burung paradiso,
serta hewan melata seperti skink (sejenis kadal)
dan penyu berleher di pinggir. Tumbuhan
seperti lillipili, pohon eukaliptus dan banyak
jenis lainnya, juga merupakan bukti adanya
hubungan pada zaman dulu antara Australia
dan Irian. Selain itu, ada lagi hubungan yang
lebih mencolok. Nun di ketinggian pegunungan
Irian Jaya tumbuhlah pohon-pohon yang sangat
dekat kaitannya dengan pohon pinus jenis
celery-top dan pinus jenis Huon di Tasmania.
Pohon-pohon ini hanya hidup di tempat yang
paling dingin dan basah. Pada waktu Australia
mengering selama 15 juta tahun terakhir, jenisjenis
pohon ini menjadi punah dari daratan
Australia, dan sekarang hanya hidup di pulaupulau
sebelah utaranya (Irian) dan sebelah
selatannya (Tasmania).
Menurut sejarah, kekayaan Indonesia sebagian
bergantung pada perdagangan tumbuhan yang
asalnya dari Australia. Cengkih adalah putik
bunga dari tumbuhan sejenis lillipili, yakni
sejenis pohon yang banyak sekali dijumpai di
Australia. Minyak kayu putih dibuat dari pohon
paperbark, yakni sebuah jenis lain yang juga
sama dengan yang ada di Australia, sedangkan
burung cenderawasih atau burung paradiso juga
hewan yang asalnya dari Australia, yang dulu
pernah menjadi barang dagangan yang laris.
Melihat nilainya tersebut, wajarlah jika gambar
cengkih dan cenderawasih muncul dalam uang
kertas rupiah 20.000-an.
Jenis-jenis fauna dan flora yang sama dengan
Australia tidak hanya terbatas di Irian Jaya saja
karena di seluruh Kepulauan Maluku, bahkan
sampai ke Sulawesi, dijumpai juga jenis-jenis
tersebut. Hal ini dulu disebabkan adanya suatu
fenomena geologi yang disebut Sesar Sorong.
Sesar Sorong merupakan retakan besar dalam
kerak bumi yang diberi nama sesuai dengan
nama kota Sorong di Irian Jaya sebelah timur
laut. Retakan ini terjadi dari timur ke barat di
sepanjang Irian sebelah utara sejauh ratusan
kilometer. Selama 40 juta tahun, retakan
tersebut telah melepaskan potongan daratan
yang luas dari New Guinea sebelah utara.
Pulau-pulau yang tercipta melalui kejadian ini
bergeser ke arah barat melintasi lautan ke arah
Sulawesi.
Bagian-bagian timur Sulawesi (yakni kedua
bentuk lengan bagian tengah pulau itu) berasal
dari bagian-bagian Irian yang retak dan
tergeser oleh Sesar Sorong tersebut. Bahkan
hingga sekarang danau-danau di kawasan ini
berisi ikan air tawar yang jenisnya sangat dekat
dengan jenis di Australia, sedangkan ikan di
danau-danau lain di Sulawesi asalnya dari Asia.
Ada dua jenis kuskus di Sulawesi, dan burung
maleo yang berbusut aneh, serta beberapa jenis
hewan dan tumbuhan juga berasal-usul seperti
ini. Semua jenis ini asalnya dari Australia-
Irian, bertahan hidup jutaan tahun terpisah
ketika tempat asalnya menjadi pulau-pulau
yang secara perlahan-lahan bergeser ke arah
barat menyeberangi Laut Maluku, dan akhirnya
bertahan hidup melalui persaingan dengan
fauna Asia di tempat lain di Sulawesi ketika
pulaunya bertabrakan dengan bagian Sulawesi
lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar